10 Manfaat dari Mengonsumsi Buah Cermai

10 Manfaat dari Mengonsumsi Buah Cermai

10 Manfaat dari Mengonsumsi Buah Cermai – Satu lagi buah-buahan yang mungkin namanya masih cukup asing di telinga, padahal manfaatnya juga tak kalah banyak dan besar seperti buah-buahan lainnya yang lebih populer. Ya, adalah cermai. Buah berwarna hijau ini mengandung banyak nutrisi dan vitamin sehingga menghasilkan manfaat buah cermai untuk menjaga kesehatan, pun mengatasi sejumlah penyakit. Lantas, apa saja khasiat buah cermai?

Kandungan Nutrisi Buah Cermai

Buah cermai yang memiliki nama latin Phyllanthus Acidos adalah buah yang termasuk ke dalam golongan buah beri. Buah ini berbentuk bulat berwarna hijau terang, dan memiliki rasa yang asam. Dahulu, cermai lazim diolah menjadi manisan buah, namun kini untuk menemukan buah tersebut saja bisa dikatakan sulit karena jarang yang menjualnya.

Padahal, buah cermai adalah buah yang secara manfaat tak kalah besar jika dibandingkan dengan buah-buahan lainnya. Manfaat buah cermai tersebut tidak lepas dari kandungan sejumlah zat di dalamnya, seperti:

  • Zat besi
  • Seng
  • Kalsium
  • Fosfor
  • Polifenol
  • Tannin
  • Riboflavin
  • Thiamin
  • Vitamin A, B Kompleks, dan C

Zat-zat tersebut memiliki fungsinya masing-masing, mulai dari antioksidan, anti-inflamasi, hingga anti-bakteri. Oleh sebab itu, Anda sangat dianjurkan untuk turut mengonsumsi buah cermai demi tubuh yang sehat dan tidak mudah terserang penyakit.

Manfaat Buah Cermai yang Jarang Diketahui

Apa saja sih yang bisa Anda peroleh jika mengonsumsi buah cermai secara rutin? Berikut ini adalah daftar manfaat buah cermai yang perlu diketahui.

1. Menurunkan Kolesterol

Kolesterol, khususnya kolesterol ‘jahat’ atau lemak LDL, adalah salah satu musuh utama bagi tubuh. Bagaimna tidak? Kolesterol jenis inilah yang menjadi pemicu munculnya penyakit-penyakit serius seperti tekanan darah tinggi (hipertensi), stroke, dan jantung.

Kolesterol ‘jahat’ dihasilkan dari sejumlah jenis makanan, utamanya yang mengandung lemak atau minyak. Guna mencegah agar kadar kolesterol ini tidak menumpuk di dalam tubuh, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengonsumsi buah cermai.

Manfaat buah cermai dalam menurunkan kadar kolesterol ini dikarenakan … Lanjutkan membaca

Penyakit Usus Buntu Diturunkan dari Orangtua?

Penyakit Usus Buntu Diturunkan dari Orangtua?

Penyakit Usus Buntu Diturunkan dari Orangtua? – Salah satu masalah pencernaan yang bisa menyebabkan gejala nyeri perut yang luar biasa adalah radang usus buntu. Banyak penderita penyakit ini yang terpaksa harus menjalani operasi demi menanganinya. Hanya saja, apakah benar anggapan yang menyebut bahwa penyakit ini bisa diturunkan dari orang tua?

Penyakit usus buntu terkait dengan faktor keturunan?

Sebuah penelitian yang dilakukan di Jepang menghasilkan fakta bahwa 40 persen dari anak-anak yang berasal dari keluarga yang mengalami masalah usus buntu menderita masalah kesehatan yang sama. Bahkan, 20 persen dari kasus-kasus ini terjadi di usia anak-anak. Hanya saja, para peneliti justru menyebut hal ini sebenarnya lebih terkait dengan faktor lingkungan.

Sebagai contoh, jika sebuah keluarga cenderung tidak menerapkan gaya hidup yang sehat, menerapkan pola makan yang buruk seperti kurang serat, hingga berada di lingkungan yang buruk, maka risiko terkena penyakit ini akan meningkat.

Meskipun begitu, faktor genetik atau keturunan memang memiliki peran dalam menyebabkan penyakit ini. Berdasarkan sebuah penelitian, dihasilkan fakta bahwa jika orang tua pernah mengalami radang usus buntu, maka risiko untuk terkena penyakit ini meningkat hingga 21 persen. Sementara itu, jika yang menderita adalah anggota keluarga di tingkat kedua, risikonya sekitar 12 persen.

Pakar kesehatan menduga bahwa faktor genetik ini terkait dengan sistem antigen leukosit (HLA) di dalam tubuh manusia. Bahkan, golongan darah juga disebut-sebut terkait dengan risiko penyakit ini. Sebagai contoh, orang-orang dengan golongan darah A cenderung memiliki risiko terkena penyakit ini lebih tinggi dari mereka yang memiliki golongan darah O.

Cara mencegah penyakit usus buntu

Pakar kesehatan menyebut gaya hidup yang sehat bisa membantu mencegah datangnya penyakit usus buntu. Lantas, gaya hidup seperti apa yang bisa menurunkan risiko terkena gangguan pencernaan ini?

Berikut adalah beberapa diantaranya.

  1. Memperbanyak asupan makanan berserat

Sudah menjadi rahasia umum jika makanan berserat terkait dengan kesehatan pencernaan. Bahkan, jika kita selalu mencukupi kebutuhan serat … Lanjutkan membaca

Tips Sehat Makan Daging Kambing

Tips Sehat Makan Daging Kambing (anti kolesterol)

Tips Sehat Makan Daging Kambing (anti kolesterol) – Daging kambing bisa memberikan dilema tersendiri bagi sebagian masyarakat Indonesia. Meskipun dikenal memiliki rasa yang sangat nikmat, dalam realitanya daging kambing memiliki reputasi sebagai bahan makanan yang kurang sehat. Lantas, apakah tidak ada cara yang aman agar kita bisa tetap menikmatinya?

Tips Sehat Makan Daging Kambing

Pakar kesehatan menyebut hobi makan daging kambing bisa saja memberikan dampak buruk bagi kadar kolesterol atau kesehatan jantung. Karena alasan inilah kita harus berhati-hati saat mengonsumsinya.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa kita lakukan agar tetap bisa sehat saat makan daging kambing.

  1. Membatasi porsinya

Sebenarnya, daging kambing masih termasuk dalam makanan yang tinggi kandungan nutrisi. Sayangnya, jika dikonsumsi dengan berlebihan, bisa menyebabkan dampak yang kurang baik seperti kolesterol tinggi, kenaikan berat badan, hingga diabetes. Karena alasan inilah sebaiknya kita membatasi konsumsinya.

Pakar kesehatan merekomendasikan konsumsi maksimal 50 gram daging kambing saja setiap kali makan. Hanya saja, jika kita memang sangat menyukainya, batasan ini masih bisa ditambah hingga 100 gram asalkan kita tidak memiliki masalah kesehatan apapun. Selain itu, jika kita ingin makan sate kambing, sebaiknya membatasinya maksimal 10 tusuk saja setiap hari.

Jika ingin daging kambing yang dijadikan rendang atau gulai, sebaiknya dibatasi satu atau dua potong saja karena biasanya sudah memiliki kandungan kalori yang sangat tinggi.

  1. Pilihlah daging yang memiliki kandungan lemak rendah

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk lebih cermat dalam memilih daging kambing. Sebagai contoh, kita sebaiknya memilih bagian paha yang kandungan lemaknya paling rendah. Selain itu, jika kita merebusnya, sebaiknya membuang air rebusan yang sudah dipenuhi oleh lemak yang ikut keluar.

  1. Jangan memilih daging kambing yang dibakar

Sate kambing atau olahan daging bakar lainnya memang bisa menawarkan kenikmatan tersendiri, namun jika kita sering mengonsumsinya, dikhawatirkan akan mendapatkan kandungan karsinogen yang bisa meningkatkan risiko terkena kanker. Biasanya, kandungan ini berasal dari bagian daging yang … Lanjutkan membaca

Alergi Dingin: Penyebab dan Cara Mengobati

Alergi Dingin: Penyebab dan Cara Mengobati

Alergi Dingin: Penyebab dan Cara Mengobati – Cold utricaria atau alergi dingin adalah kondisi yang memengaruhi kulit setelah terpapar suhu dingin, seperti kemerahan, gatal, dan pebengkakan. Selain menyerang kulit, alergi dingin juga dapat menyerang pernapasan.

Alergi dingin terjadi akibat pelepasan histamin dalam jumlah cukup besar yang kemudian menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga menyebabkan hidung gatal, tersumbat, bersin-bersin, sesak napas hingga ruam biduran pada kulit.

Alergi dingin biasanya langsung bereaksi ketika seseorang terkena paparan langsung udara dingin, air dingin atau ketika terjadi perubahan suhu yang turun secara drastis, terutama di pagi hari.

Penyebab Alergi Dingin

Alergi dingin disebabkan beberapa faktor usia hingga genetik. Pada umumnya, usia anak dan remaja sangat rentan terkena alergi dingin. Berikut ini beberapa penyebab alergi dingin yang umum:

1. Penyakit dasar tertentu

Ada beberapa gangguan kesehatan atau penyakit, seperti hepatitis, penyakit autoimun dan keganasan yang meningkatkan risiko terkena alergi dingin.

2. Infeksi

Mereka yang baru saja terkena infeksi seperti pneumonia atau radang paru-paru lebih berisiko mengalami alergi dingin.

3. Genetika

Penyebab alergi dingin juga bisa dipicu oleh faktor genetik. Pada beberapa kasus ada anak yang mewarisi penyakit alergi dingin dari orangtuanya.

Risiko Faktor Alergi Dingin

Selain penyebab alergi dingin di atas, seseorang akan lebih mungkin mengalami kondisi ini jika:

1. Orang dewasa muda

Ini merupakan Faktor risiko yang paling umum (alergi dingin primer), dan kondisi ini paling sering terjadi pada orang dewasa muda.

2. Masalah kesehatan

Sementara faktor risiko yang kurang umum (alergi dingin sekunder), dapat disebabkan oleh masalah kesehatan, seperti hepatitis atau kanker.

Gejala Alergi Dingin

Sebagai langkah untuk melakukan pencegahan, berikut ciri-ciri alergi dingin yang perlu Anda ketahui:

  • Saat kulit bersentuhan dengan benda dingin seperti es batu, muncul kemerahan dan pembengkakan dalam beberapa menit setelah kontak dengan suhu dingin
  • Munculnya ruam biduran kemerahan dengan ukuran kecil dan dapat meluas menjadi lebih besar
Lanjutkan membaca
Rematik: Penyebab, Gejala, Diagnosis dan Pengobatan

Rematik: Penyebab, Gejala, Diagnosis dan Pengobatan

Rematik: Penyebab, Gejala, Diagnosis dan Pengobatan – Rematik atau dalam dunia medis disebut rheumatoid arthritis (RA) adalah peradangan sendi kronis yang umumnya disebabkan oleh gangguan autoimun. Rematik adalah penyakit yang bisa menyerang anggota gerak, seperti otot, tulang dan sendi. Simak penjelasan di bawah ini mengenai penyebab, gejala, diagnosis dan obat rematik.

Penyebab Rematik

Sebelum menjelaskan mengenai penyakit rematik, perlu diketahui bahwa rasa nyeri yang ditimbulkan oleh rematik mirip dengan nyeri asam urat atau nyeri yang ditimbulkan akibat keseleo.

Meski gejala rematik hampir mirip dengan penyakit lain, penyakit rematik dapat dikenali dari munculnya peradangan di persendian. Hal ini disebabkan dari sistem imunitas tubuh yang justru menyerang balik jaringan yang ada di persendian.

Saat mengalami rematik, sistem imun gagal membedakan jaringan sendiri dengan benda asing, sehingga menyerang jaringan tubuh sendiri, khususnya jaringan sinovium yaitu selaput tipis yang melapisi sendi. Hasilnya dapat menyebabkan sendi bengkak, rusak, nyeri, meradang, kehilangan fungsi dan bahkan kecacatan.

Selain gangguan imunitas tubuh, munculnya rematik juga bisa meningkatkan oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Wanita memiliki risiko 2-3 kali lebih tinggi dibanding pria untuk mengalami rematik.
  • Meski rematik bisa menyerang usia berapa pun, penyakit ini sering terjadi pada mereka yang berusia 40 sampai 60 tahun.
  • Apabila Anda memiliki anggota keluarga yang pernah terkena rematik, Anda berisiko tinggi untuk mengalami hal yang sama.

Gejala Rematik

Pada dasarnya, rematik dapat menyerang hampir semua sendi, tetapi yang paling sering diserang adalah sendi di pergelangan tangan, kuku-kuku jari, lutut dan engkel kaki. Sendi-sendi lain yang mungkin diserang termasuk sendi di tulang belakang, pinggul, leher, bahu, rahang, bahkan sambungan antar tulang sangat kecil yang ada di telinga bagian dalam.

Berikut adalah beberapa gejala rematik yang bisa Anda kenali, di antaranya:

1. Kekakuan sendi di pagi hari

Gejala rematik pertama yang umum dialami adalah persendian terasa kaku di pagi hari dan bisa berlangung lama. Sementara kekakuan … Lanjutkan membaca