7 Obat Flu untuk Ibu Menyusui yang Aman Digunakan

7 Obat Flu untuk Ibu Menyusui yang Aman Digunakan

7 Obat Flu untuk Ibu Menyusui yang Aman Digunakan – Penyakit flu bisa menimpa siapa pun termasuk ibu menyusui. Terkadang flu bisa diatasi tanpa menggunakan obat-obatan medis, tetapi penggunaan obat flu untuk ibu menyusui tidak bisa digunakan sembarangan. Ketahui apa saja obat flu yang aman untuk ibu menyusui dan bayi!

Apakah Ibu Menyusui Boleh Menggunakan Obat Flu?

Mengonsumsi obat saat sedang menyusui sering kali menjadi hal yang diragukan oleh para ibu. Anda tidak berlebihan, malah ini adalah pertanda bahwa Anda adalah seorang ibu yang baik karena berupaya memproteksi peluang bahaya yang mungkin menimpa si buah hati.

Anda juga perlu memerhatikan penularan virus flu pada bayi. Semakin lama flu diatasi, maka semakin besar pula kemungkinan si kecil tertular virus flu tersebut. Alih-alih tidak ingin menggunakan obat, malah akan membuat si kecil juga ikut terkena flu.

Hal tersebut juga tidak baik bukan bagi bayi Anda? Oleh karena itu, tidak ada salahnya untuk mengatasi flu dengan menggunakan obat. Perlu diketahui bahwa tidak semua obat flu memengaruhi laktasi secara signifikan.

Kriteria obat flu tersebut cukup aman digunakan oleh para ibu menyusui karena tidak menimbulkan risiko atau bahaya bagi bayi Anda. Ketahuilah obat flu ibu menyusui agar Anda bisa mengobati flu tanpa disertai rasa cemas dan takut akan efek sampingnya.

Obat Flu untuk Ibu Menyusui yang Aman bagi Bayi

Suatu hal yang wajar jika ibu menyusui merasa khawatir dan ragu terhadap obat flu yang hendak digunakan. Pasalnya, tidak semua obat flu aman digunakan untuk ibu menyusui karena ada kandungan obat tertentu yang terkonsentrasi di ASI dan membahayakan bayi.

Tidak ingin kondisi buruk menimpa bayi Anda? Gunakanlah obat flu ibu menyusui yang aman, seperti di bawah ini!

1. Paracetamol

Salah satu gejala flu yang cukup menyiksa adalah rasa nyeri (sakit kepala). Tentu saja, gejala tersebut semakin memperburuk hari-hari menyusui Anda, terlebih jika Anda masih harus terjaga … Lanjutkan membaca

Siapa sebenarnya yang memulai terjadinya persalinan?

Siapa sebenarnya yang memulai terjadinya persalinan?

Siapa sebenarnya yang memulai terjadinya persalinan? – Sebuah studi baru-baru ini menyiratkan bahwa Bayi bertanggung jawab untuk memulai persalinan spontan! “Diterbitkan di Journal of Clinical Investigation dan didukung oleh National Inisiatif Kesehatan dan Inisiatif Penelitian Prematuritas Hibah dari March of Dimes, penelitian ini memperluas penelitian sebelumnya yang telah menyarankan sinyal dari janin yang benar-benar bertanggung jawab atas inisiasi kelahiran, “(Laporan Growingyourbaby.com). Peneliti Pusat Kesehatan UT Southwestern telah mengidentifikasi dua protein di paru-paru tikus janin yang memulai persalinan. Protein SRC-1 dan SRC-2 mengaktifkan gen di dalam paru-paru bayi di dekat masa subur, “menghasilkan peningkatan produksi komponen surfaktan, protein surfaktan A (SP-A), dan platelet-activating factor (PAF). Baik SP-A dan PAF kemudian disekresikan oleh paru-paru janin ke dalam cairan amnion, yang menyebabkan respons inflamasi di rahim ibu yang memulai persalinan, “(laporan Sciencedaily).

Apa artinya ini

Setelah protein di produksi oleh bayi, paru-paru mulai memproduksi zat penting yang membantu bernafas normal di luar rahim, dan sekresinya mencapai rahim ibu melalui cairan amnion, dan rahim ibu bereaksi dan kontraksi mulai .

“Studi kami memberikan bukti kuat bahwa janin mengatur waktu kelahirannya, dan bahwa kontrol ini terjadi setelah dua protein pengaturan gen – SRC-1 dan SRC-2 – meningkatkan produksi komponen surfaktan, protein surfaktan A dan faktor pengaktifan platelet. , “Kata penulis senior Dr. Carole Mendelson, Profesor Biokimia, dan Obstetri dan Ginekologi di UT Southwestern.” (UT Southwestern Medical Center states).

Meskipun penelitian ini dibuat terutama untuk menyelidiki persalinan prematur pada tikus dan bagaimana memprediksi atau mencegah persalinan prematur, saya ingin membuka pikiran Anda terhadap gagasan lain: bahwa dalam kehamilan alami dan sehat, bayi tersebutlah yang memutuskan kapan harus memulai persalinan.

Ada banyak “tekanan” yang sering ditujukan kepada pada ibu untuk memulai persalinan, bahka sebelum para ibu memasuki umur kehamilan 40 minggu, misalnya:

“kamu belum melahirkan juga? bukankah temanmu sudah? (ketika ada teman yang umur kehamilannya tidak beda … Lanjutkan membaca

20 Pantangan Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai

20 Pantangan Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai

20 Pantangan Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai – Ada pantangan ibu hamil yang tidak boleh dilakukan karena bisa mengganggu pertumbuhan janin. Banyak larangan membuat ibu hamil cemas dan bingung. apa yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan saat hamil. Apa saja larangan ibu hamil tersebut?

Pantangan Ibu Hamil – Aktivitas yang Sebaiknya Dihindari

1. Melukis

Bagi yang hobi melukis, aktivitas ini bisa tetap dilakukan selagi hamil. Tapi, jangan terlalu lama atau berlebihan, misalnya sepanjang hari. Cukup 1-2 jam setiap hari. Yang dikhawatirkan selama melukis bau cat dapat terhirup dalam waktu lama. Karena sebagian besar jenis cat mengandung bahan kimia. “Karena itu sebaiknya melukis dilakukan di ruang terbuka untuk mengurangi terekspos terlalu lama dengan cat,” saran Ovy.

2. Hubungan seks

Orgasme bisa menyebabkan keguguran di usia kehamilan muda dan menyebabkan persalinan di usia kehamilan lanjut. Tapi, hal tersebut tak terbukti pada kehamilan normal. “Jadi, aktivitas ini boleh-boleh saja dilakukan. Asal tidak ada indikasi kelainan pada kehamilannya, semisal letak ari-ari di bawah atau perdarahan,” kata Ovy.

3. Olahraga

Apabila Anda rutin dan gemar berolahraga, semasa hamil pun dapat diteruskan. Hanya saja olahraga yang dilakukan bukanlah yang berbahaya dan berisiko, seperti balapan mobil, berkuda, lompat, arung jeram, dan sebagainya. Tapi, lakukanlah olahraga ringan selama 5-30 menit, misalnya jalan pagi, senam ringan, atau berenang.

Jalan merupakan olahraga paling aman semasa hamil. Berenang pun termasuk olahraga yang kecil risikonya dan dapat dilakukan sepanjang usia kehamilan. Berenang dapat membuat punggung terasa nyaman dan tubuh menjadi ringan, karena terhindar dari gravitasi.

4. Naik pesawat

Ibu hamil boleh naik pesawat sebelum usia kehamilan 7 bulan.

Sebetulnya bayi dalam kandungan tak bermasalah dengan ketinggian dan perbedaan tekanan udara. Jika terpaksa dan ingin nyaman di pesawat, sebaiknya duduk di pinggir “gang” agar mudah bila mau ke kamar kecil. Gunakan pula tali pengaman agar duduk nyaman, dan gunakan penyangga kaki agar … Lanjutkan membaca

Bahaya Gadget bagi Anak Fisik hingga Mental!

Bahaya Gadget bagi Anak, Fisik hingga Mental!

Bahaya Gadget bagi Anak, Fisik hingga Mental! – Meski gadget adalah sebuah teknologi yang membawa kemudahan bagi kehidupan manusia, faktanya gadget juga bisa membawa dampak buruk bagi kesehatan, khususnya pada anak-anak. Lantas, apa bahaya gadget yang bisa terjadi pada anak?

Bahaya Gadget bagi Anak

Sebelum membahas bahaya gadget pada anak, perlu Anda ketahui bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah menetapkan kecanduan game sebagai penyakit gangguan mental. Hal disebabkan karena seorang anak yang larut dalam permainan game biasanya akan lupa waktu. Selain itu, anak tidak bisa lagi mengendalikan diri karena terus adiktif untuk bermain game.

Seorang anak juga cenderung tidak ingin diganggu dengan aktivitas lain dan melupakan tugas-tugas mereka untuk belajar atau bersosialisasi dengan lingkungan sosialnya.

Berikut ini adalah beberapa bahaya gadget pada anak yang harus diketahui oleh setiap orang tua, di antaranya:

1. Membuat anak mudah lupa

Bahaya gadget bagi anak yang pertama adalah membuat anak menjadi pelupa. Meski gadget bisa membuat anak lebih tenang, namun apabila penggunaannya berlebihan hal itu bisa memberikan efek buruk bagi kesehatan, khususnya bagian otak karena bisa mengganggu daya memori anak.

2. Memengaruhi kesehatan mata

Bahaya gadget bagi kesehatan berikutnya adalah memengaruhi kesehatan mata. Penggunaan gadget setiap hari bisa menyebabkan kontraksi otot cilliaris di dalam bola mata, atau yang dikenal dengan istilah akomodasi.

Akomodasi berlebihan akan merangsang timbulnya mata minus, terutama pada anak-anak yang sedang dalam tahap perkembangan.

Cahaya biru memiliki gelombang yang bisa masuk ke dalam bola mata, salah satunya retina. Oleh karenanya, paparan cahaya biru sebaiknya dikurangi sejak dini karena diduga memberikan efek buruk pada sel-sel retina untuk jangka panjang.

Selain itu, sebuah penelitian mengungkapkan, mata anak menyerap lebih banyak sinar biru dari layar perangkat digital, jika dibandingkan dengan orang dewasa.

3. Memengaruhi kondisi mental

Bahaya gadget berikutnya yang harus diwaspadai adalah munculnya masalah mental seperti kesepian, depresi, kecemasan dan perubahan suasana hati. … Lanjutkan membaca

Manfaat dan Efek Samping Chia Seeds untuk Ibu Hamil

Manfaat dan Efek Samping Chia Seeds untuk Ibu Hamil

Manfaat dan Efek Samping Chia Seeds untuk Ibu Hamil – Chia seeds mulai menjadi tren setelah beberapa ahli diet dan nutrisi mengatakan kalau biji sangat baik untuk kesehatan. Kandungan serat, omega-3, hingga proteinnya baik untuk siapa saja khususnya mereka yang sedang menjalankan diet. Dengan mengonsumsi biji chia ini secara rutin, berat badan bisa menurunkan perlahan-lahan.

Manfaat chia seeds untuk ibu hamil

Chia seeds memang memberikan cukup banyak manfaat untuk tubuh. Namun, apakah ibu hamil bisa mengonsumsinya? Jawabannya adalah bisa. Biji Chia mengandung cukup banyak nutrisi. Berikut beberapa manfaat dari biji Chia untuk ibu hamil.

  1. Melancarkan buang air besar

Salah satu masalah yang paling sering dialami oleh wanita hamil adalah sembelit. Tekanan di perut yang cukup besar menyebabkan pencernaan mengalami gangguan. Kalau Anda kerap mengalami masalah buang air besar selama hamil, ada baiknya untuk mengonsumsi makanan yang berserat.

Salah satu makanan yang berserat itu adalah chia seeds. Anda bisa mengonsumsi chia seeds dengan jumlah yang tepat. Jangan terlalu banyak dan jangan terlalu sedikit. Pastikan chia seed tidak dalam kondisi segar atau kalau bisa disangrai sebentar saja.

  1. Meningkatkan produksi sel darah merah

Wanita yang sedang hamil akan rentan mengalami anemia. Apalagi kebutuhan darah juga meningkatkan karena ada janin yang sedang dikandung. Cara terbaik untuk mengatasi masalah ini adalah dengan mengonsumsi makanan dengan kandungan zat besi tinggi. Selain itu, Anda juga bisa mengonsumsi chia seeds.

Kalau jumlah darah merah di dalam tubuh meningkat, peredaran sari makanan bisa berjalan dengan lancar. Selain itu Anda juga tidak akan mengalami masalah dengan badan yang sering sekali lemas dan sulit melakukan berbagai jenis aktivitas.

  1. Meningkatkan kekuatan gigi dan tulang janin

Di dalam chia seeds juga terdapat kalsium dalam jumlah yang banyak. Kalsium ini akan membantu Anda dalam menjaga kesehatan tulang dan gigi. Tidak hanya untuk diri sendiri, tapi juga janin yang sedang dikandung. Jadi, konsumsi chia seeds … Lanjutkan membaca