Tips Sehat Makan Daging Kambing

Tips Sehat Makan Daging Kambing (anti kolesterol)

Tips Sehat Makan Daging Kambing (anti kolesterol) – Daging kambing bisa memberikan dilema tersendiri bagi sebagian masyarakat Indonesia. Meskipun dikenal memiliki rasa yang sangat nikmat, dalam realitanya daging kambing memiliki reputasi sebagai bahan makanan yang kurang sehat. Lantas, apakah tidak ada cara yang aman agar kita bisa tetap menikmatinya?

Tips Sehat Makan Daging Kambing

Pakar kesehatan menyebut hobi makan daging kambing bisa saja memberikan dampak buruk bagi kadar kolesterol atau kesehatan jantung. Karena alasan inilah kita harus berhati-hati saat mengonsumsinya.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa kita lakukan agar tetap bisa sehat saat makan daging kambing.

  1. Membatasi porsinya

Sebenarnya, daging kambing masih termasuk dalam makanan yang tinggi kandungan nutrisi. Sayangnya, jika dikonsumsi dengan berlebihan, bisa menyebabkan dampak yang kurang baik seperti kolesterol tinggi, kenaikan berat badan, hingga diabetes. Karena alasan inilah sebaiknya kita membatasi konsumsinya.

Pakar kesehatan merekomendasikan konsumsi maksimal 50 gram daging kambing saja setiap kali makan. Hanya saja, jika kita memang sangat menyukainya, batasan ini masih bisa ditambah hingga 100 gram asalkan kita tidak memiliki masalah kesehatan apapun. Selain itu, jika kita ingin makan sate kambing, sebaiknya membatasinya maksimal 10 tusuk saja setiap hari.

Jika ingin daging kambing yang dijadikan rendang atau gulai, sebaiknya dibatasi satu atau dua potong saja karena biasanya sudah memiliki kandungan kalori yang sangat tinggi.

  1. Pilihlah daging yang memiliki kandungan lemak rendah

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk lebih cermat dalam memilih daging kambing. Sebagai contoh, kita sebaiknya memilih bagian paha yang kandungan lemaknya paling rendah. Selain itu, jika kita merebusnya, sebaiknya membuang air rebusan yang sudah dipenuhi oleh lemak yang ikut keluar.

  1. Jangan memilih daging kambing yang dibakar

Sate kambing atau olahan daging bakar lainnya memang bisa menawarkan kenikmatan tersendiri, namun jika kita sering mengonsumsinya, dikhawatirkan akan mendapatkan kandungan karsinogen yang bisa meningkatkan risiko terkena kanker. Biasanya, kandungan ini berasal dari bagian daging yang … Lanjutkan membaca

Persentase Air dalam Tubuh yang Normal Cara Menjaganya

Persentase Air dalam Tubuh yang Normal Cara Menjaganya

Persentase Air dalam Tubuh yang Normal Cara Menjaganya – Kandungan air dalam tubuh terdiri dari cairan yang kita konsumsi atau sel tubuh lainnya. Pertanyaannya adalah berapa jumlah air di dalam tubuh di setiap orang? Kira-kira berapa kadar air di dalam tubuh agar bisa disebut normal?

Persentase kadar air dalam tubuh

Setelah bayi lahir hingga beberapa bulan ke depan, kadar air yang ada di dalam tubuh sekitar 75%. Jumlah ini biasanya akan menurun sendiri dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu. Apalagi seseorang sudah memiliki organ yang besar dan juga memiliki kadar lemak yang cukup tinggi di dalam tubuh.

Kadar air untuk pria usia 12-18 tahun sekitar 52-66% dan rata-rata sekitar 59%. Selanjutnya untuk usia dewasa 19-51 tahun sekitar 43-73% dengan rata-rata sekitar 59%. Terakhir usia 51 tahun ke atas memiliki kadar air 47-67% dan rata-rata sekitar 56%.

Kadar air untuk wanita usia 12-18 tahun sekitar 49-63% dan rata-rata sekitar 56%. Selanjutnya untuk usia dewasa 19-51 tahun sekitar 4i-60% dengan rata-rata sekitar 50%. Terakhir usia 51 tahun ke atas memiliki kadar air 39-57% dan rata-rata sekitar 47%.

Kadar pada anak usia di bawah 6 bulan sekitar 64-84% atau rata-rata sekitar 74%. Selanjutnya anak usia 6-12 bulan sekitar 57-64% atau rata-rata 60%. Terakhir anak usia 1-12 tahun memiliki persentase kadar air 49-75% atau rata-rata sekitar 69%

Asal air dalam tubuh

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, kalau air di dalam tubuh tersimpan cukup banyak di dalam darah. Di dalam plasma darah ada sekitar 90 persen air. Selama peredaran darah di dalam tubuh berjalan dengan lancar beserta dengan produksinya, kadar air tidak akan mengalami perubahan secara signifikan.

Selain berada di dalam darah, air juga berada di dalam paru-paru dengan persentase sampai 83%. Selanjutnya di otak dan jantung sebanyak 733%. Selanjutnya di tulang ada 31%. Di kulit ada 64% air dan terakhir di ginjal dan otot ada … Lanjutkan membaca

Cara Agar Bahagia yang Bisa Dicoba Bahagia Itu Sederhana!

Cara Agar Bahagia yang Bisa Dicoba, Bahagia Itu Sederhana!

Cara Agar Bahagia yang Bisa Dicoba, Bahagia Itu Sederhana! – Siapa sih yang tidak ingin hidup bahagia? Setiap orang memiliki definisi bahagia yang berbeda-beda. Meskipun bentuk kebahagiaannya berbeda-beda, tapi tentunya tidak ada seorangpun manusia yang tidak menginginkan kebahagiaan. Bagaimana cara bahagia? Ternyata bahagia bisa kita dapatkan dari berbagai kebiasaan sederhana, lho!

Cara Bahagia

Konsep bahagia setiap orang memang berbeda-beda. Sebagian orang mungkin melihat kebahagiaan sebagai hal yang rumit dan sulit untuk dicapai, padahal kebahagian juga dapat didapatkan dengan cara yang sederhana.

Berikut adalah 15 cara hidup bahagia yang dapat Anda terapkan sehari-hari!

1. Tersenyum

Senyum ternyata bukan hanya sekedar ekspresi kebahagiaan, tapi juga bisa menjadi salah satu cara bahagia.

Tersenyum dapat memicu pelepasan dopamin, senyawa di otak yang dapat membuat kita lebih bahagia. Anda dapat memulai pagi yang positif dengan cara tersenyum di depan cermin. Anda juga bisa mencoba tersenyum ketika sedang merasa murung dan rasakan sendiri perbedaannya.

2. Bersyukur

Cara bahagia yang kedua adalah dengan banyak bersyukur.

Hal ini mungkin terdengar klise, tapi sebuah penelitian baru-baru ini menemukan bahwa berlatih bersyukur dapat memiliki dampak signifikan pada harapan dan kebahagiaan. Bukan hanya pencapaian besar dalam hidup saja yang perlu disyukuri, tapi hal-hal kecil juga dapat disyukuri dan membuat Anda lebih bahagia.

3. Menarik napas dalam dan panjang

Mengambil napas panjang adalah salah satu insting tubuh untuk menenangkan diri.

Dilansir dari Healthline, menurut Harvard Health, latihan pernapasan dalam dapat membantu mengurangi stres, artinya hal ini memang bagus untuk dilakukan dan dapat menjadi cara bahagia.

Berikut adalah langkah yang bisa Anda lakukan untuk menenangkan diri:

  • Tutup mata dan coba bayangkan hal-hal yang indah.
  • Ambil napas dalam-dalam melalui hidung.
  • Hembuskan napas melalui hidung atau mulut.

Anda dapat menghitung hingga 5 ketika menghirup dan menghembuskan napas untuk pernapasan yang lebih stabil.

4. Mengakui hal tidak menyenangkan

Cara bahagia selanjutnya yang bisa dilakukan adalah dengan … Lanjutkan membaca

5 Dampak Buruk Hobi Makan Saus

Dampak Buruk dari Hobi Memakan Saus

Dampak Buruk dari Hobi Memakan Saus – Masyarakat Indonesia memang cenderung suka mengonsumsi makanan pedas. Selain sambal, kita juga sering mengonsumsi saus. Biasanya, kita memakan saus saat berada di tempat makan demi membuat rasa makanan yang kita pesan menjadi lebih mantap. Masalahnya adalah pakar kesehatan menyebut saus sebagai salah satu bahan makanan yang kurang baik bagi kesehatan.

Berbagai dampak kesehatan yang bisa didapatkan jika suka makan saus

Ada banyak sekali jenis saus yang bisa kita konsumsi, namun seringkali kita mengonsumsi saus pedas atau saus tomat botolan. Kombinasi rasa manis, asam, dan gurih dari saus memang bisa membuat rasa makanan menjadi lebih nikmat, namun terlalu banyak mengonsumsinya bisa membuat kita memiliki risiko tinggi terkena berbagai macam masalah kesehatan.

Berikut adalah beberapa dampak yang akan terjadi jika terlalu sering makan saus.

  1. Mengonsumsi gula dengan berlebihan

Rasa saus yang cenderung pedas membuat kita tidak menyadari jika ada kandungan gula di dalamnya. Padahal, kandungan gula di dalam saus termasuk sangat tinggi. Sebagai contoh, jika kita mengonsumsinya satu sendok makan saja, maka sudah mendapatkan sekitar 4 gram gula. Jumlah ini tentu sangat banyak bukan? Padahal, pakar kesehatan menyarankan kita untuk membatasi konsumsi gula total 50 gram saja setiap hari.

Selain itu, di dalam saus ternyata juga tinggi kandungan high fructose corn syrup (HFCS). Meskipun namanya juga disebut sebagai sirup jagung, dalam realitanya kandungan HFCS ini tinggi kandungan fruktosa. Jika terlalu sering dikonsumsi, pemanis buatan ini bisa memicu ketagihan dan meningkatkan risiko diabetes dengan signifikan.

  1. Tinggi kandungan garam

Apapun jenis saus kemasan yang kita beli, biasanya sudah memiliki kandungan garam yang sangat tinggi. Sebagai informasi, di dalam 100 gram saus botolan kita sudah bisa mendapatkan 1,2 gram natrium. Padahal, berdasarkan data yang dikeluarkan oleh badan pengawas makanan Inggris, Food Standards Agency (FSA), makanan dengan kandungan garam 0,5 hingga 0,6 gram untuk setiap gramnya sudah dianggap memiliki … Lanjutkan membaca

13 Makanan Penambah Darah (Solusi Atasi Anemia)

13 Makanan Penambah Darah (Solusi Atasi Anemia)

13 Makanan Penambah Darah (Solusi Atasi Anemia) – Apakah tubuh Anda mudah merasa lelah dan lemas? Atau, kepala sering merasa pusing? Jika ya, maka hal ini bisa jadi pertanda tubuh kekurangan darah atau biasa kita kenal sebagai anemia. Anemia adalah kondisi di mana jumlah sel darah merah di dalam tubuh berada di bawah normal. Guna mengatasi hal ini, mengonsumsi makanan penambah darah adalah salah satu solusi ampuh, apa sajakah?

Penyebab Tubuh Kekurangan Darah (Anemia)

Darah memiliki peran yang sangat vital bagi keberlangsungan fungsi tubuh. Bagaimana tidak? Darah inilah yang bertugas mengantarkan nutrisi, vitamin, dan juga oksigen menuju organ-organ tubuh sehingga organ-organ tersebut dapat menjalankan fungsinya. Adalah hemoglobin, komponen di dalam sel darah merah yang ‘mengemban’ tugas penting tersebut.

Akan tetapi, terdapat kasus di mana produksi hemoglobin di dalam tubuh tidak maksimal yang pada akhirnya menyebabkan penyaluran nutrisi, vitamin, dan oksigen mengalami hambatan. Kondisi ini terjadi akibat kurangnya asupan zat besi ke dalam tubuh. Ya, zat besi adalah mineral yang berfungsi untuk memproduksi hemoglobin, sehingga tak heran kekurangan zat besi berimbas pada kondisi kekurangan darah (anemia).

Daftar Makanan Penambah Darah (Sehat dan Enak)

Kekurangan darah (anemia) bukanlah kondisi yang menyenangkan dan hal ini tentu saja bisa mengganggu aktivitas Anda sehari-hari. Salah satu cara mengatasi anemia yang mudah dan efektif adalah dengan mengonsumsi makanan penambah darah yang mengandung zat besi dalam jumlah banyak.

Berikut ini pilihan makanan penambah darah yang patut untuk Anda konsumsi.

1. Bayam

Bayam adalah jenis sayuran yang layak untuk Anda konsumsi guna mencegah atau mengatasi penyakit anemia. Pasalnya, makanan penambah darah yang satu ini mengandung zat yang dibutuhkan untuk memproduksi hemoglobin, apalagi kalau bukan zat besi.

Setengah gelas bayam diklaim mengandung sekitar 12 miligram (mg) zat besi. Jumlah ini memenuhi hampir 50 persen dari total kebutuhan zat besi harian bagi tubuh.

Tak hanya itu, bayam juga diperkaya dengan … Lanjutkan membaca