7 Manfaat Bunga Cempaka, Ada untuk Bau Badan!

7 Manfaat Bunga Cempaka, Ada untuk Bau Badan! – Bunga cempaka, pernah mendengar atau melihat langsung jenis tumbuhan yang satu ini? Di balik tampilan bunga cempaka yang indah dan menawan, siapa sangka jika bunga ini tidak hanya sekedar bunga hias. Lebih dari itu, bunga cempaka dipercaya memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh. Lantas, apa saja manfaat bunga cempaka bagi kesehatan tubuh sebagaimana dimaksud?

Bunga Cempaka dan Kandungannya

Cempaka adalah nama untuk tanaman yang masuk ke dalam genus Magnolia. Tanaman ini umumnya tumbuh di daerah yang memiliki iklim tropis maupun sub-tropis. Tanaman cempaka sendiri sebenarnya terdiri dari beberapa varietas, yaitu:

1. Cempaka Putih

Nama ‘cempaka putih’ mengingatkan kita pada suatu wilayah di Jakarta, tepatnya Jakarta Pusat. Nah, nama tersebut diambil dari jenis tanaman cempaka yang satu ini. Cempaka putih (Michelia alba) adalah varietas cempaka yang kerap dimanfaatkan menjadi tanaman hias, seperti pada acara pernikahan.

Bunga cempaka putih yang memiliki sebutan lain yakni kantil memiliki warna kehijauan saat masih berupa kuncup, untuk kemudian berubah menjadi putih saat mekar. Tanaman cempaka putih umumnya dapat tumbuh tinggi, kira-kira 30 meter.

2. Cempaka Merah

Jenis bunga cempaka lainnya adalah cempaka merah. Tanaman ini berasal dari Negeri Tirai Bambu alias China. Berbeda dengan jenis cempaka lainnya, cempaka merah terbilang lambat dalam hal pertumbuhannya, tak terkecuali untuk bunganya sendiri. Hal ini yang menjadikan cempaka merah tergolong jenis cempaka langka.

3. Cempaka Ungu

Cempaka ungu mungkin juga menjadi jenis tanaman cempaka yang jarang kita lihat. Pasalnya, cempaka ungu hanya dapat tumbuh dan berkembang dengan baik di dataran tinggi dengan suhu maksimal 26 derajat celcius.

Bunga cempaka ungu yang memiliki nama latin Magnolia liliafora ini pun terbilang unik oleh karena memiliki aroma khas yang menyerupai buah pisang. Sesuai dengan namanya, bunga cempaka ungu berwarna ungu muda. Musim penghujan adalah waktu di mana bunga cempaka ini mekar.

4.

Lanjutkan membaca

7 Alasan Mengapa Mie Instan Buruk bagi Kesehatan

7 Alasan Mengapa Mie Instan Buruk bagi Kesehatan – Tak hanya pengganjal rasa lapar, mie instan bahkan sering dijadikan makanan pokok bagi sebagian orang. Hal ini disebabkan oleh rasanya yang nikmat dan bisa membuat perut kenyang. Sayangnya, pakar kesehatan menyebut mie instan bisa memberikan dampak kurang baik bagi kesehatan. Sebenarnya, apa sajakah alasan yang membuat mie instan termasuk dalam makanan yang tidak sehat?

Berbagai alasan yang membuat mie instan kurang baik bagi kesehatan

Dibalik rasanya yang enak dan mudah untuk diolah, pakar kesehatan menyebut mie instan bisa memberikan dampak yang kurang baik bagi kesehatan jika terlalu sering dikonsumsi.

Berikut adalah alasan-alasan tersebut.

  1. Sulit dicerna oleh tubuh

Pakar kesehatan menyebut mie instan sebagai salah satu makanan yang paling sulit untuk dicerna oleh perut kita. Proses pengolahannya bisa berlangsung sangat lama sehingga membuat perut akan merasakan sensasi tidak nyaman. Selain itu, jika kita sering mengonsumsinya dalam jangka panjang, maka akan menyebabkan tubuh sering terpapar bahan kimia berbahaya berupa hidrokasinol serta t-butil hidrokuardon.

Bahan kimia ini tergolong dalam bahan pengawet yang bisa menyebabkan datangnya gangguan pencernaan dan diare. Bahkan, hal ini bisa saja memicu kekacauan produksi insulin dan kadar gula darah.

  1. Bisa meningkatkan risiko terkena penyakit jantung

Sebuah penelitian yang dipublikasikan hasilnya dalam Journal of Nutrition membuktikan bahwa orang-orang yang memiliki hobi mengonsumsi mie instan ternyata memiliki risiko lebih besar untuk mengalami masalah sindrom metabolik. Masalahnya adalah hal ini bisa meningkatkan risiko terkena penyakit jantung, diabetes, dan stroke yang berpotensi memicu kematian dini.

  1. Memiliki kandungan garam yang sangat tinggi

Tanpa disadari, salah satu hal yang membuat mie instan memiliki rasa yang sangat nikmat adalah keberadaan kandungan garam yang cukup tinggi. Padahal, berdasarkan sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam American Journal of Hypertension pada 2014 lalu, dihasilkan fakta bahwa kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi garam bisa meningkatkan risiko terkena masalah tekanan darah tinggi.

Selain itu, kebiasaan … Lanjutkan membaca

Diet Lacto-Vegetarian: Manfaat, dan Efek Samping

Diet Lacto-Vegetarian: Manfaat, dan Efek Samping – Ada banyak jenis diet vegetarian. Ada mengonsumsi makanan yang berasal dari buah saja dan ada juga yang masih mengonsumsi makanan dari dewan dengan jumlah terbatas dan jenis tertentu. Salah satu jenis diet vegetarian yang dilakukan oleh banyak orang adalah lacto-vegetarian. Apakah itu?

Apa itu diet lacto-vegetarian?

Selama ini kita selalu menganggap diet vegetarian adalah diet yang hanya memasukkan sayuran dan buah saja ke dalam tubuh. Untuk memenuhi semua nutrisi terutama protein, pelaku diet ini akan mencari alternatif lain seperti menggunakan kacang-kacangan yang mengandung protein nabati.

Diet lacto-vegetarian sedikit berbeda dengan diet pada umumnya. Diet ini memang memasukkan buah dan sayuran sebagai salah satu sumber utama nutrisi. Namun, ada sedikit perbedaan pada konsumsi olahan susu. Anda masih diperkenankan mengonsumsi susu, yoghurt, dan keju sebagai salah satu sumber protein.

Jadi, sumber hewani yang masih diperbolehkan adalah susu dan olahannya. Selain itu, telur, daging, dan aneka produk hewani lainnya tidak diperbolehkan. Kalau Anda mengonsumsinya, diet akan tidak sesuai dengan protokol yang sudah ditetapkan. Jadi, perhatikan apa yang dikonsumsi.

Seseorang memutuskan untuk melakukan gaya hidup dengan diet lacto-vegetarian karena beberapa hal. Hal paling umum adalah masalah kerusakan lingkungan dan etika. Selain itu ada juga yang memilih untuk menggunakan diet ini sebagai salah satu cara menjaga kesehatan karena tidak bisa mengonsumsi makanan tertentu seperti daging merah.

Manfaat diet lacto-vegetarian

Diet lacto-vegetarian memiliki cukup banyak manfaat untuk tubuh. Kalau dilakukan secara rutin, Anda akan mendapatkan beberapa hal di bawah ini.

  1. Meningkatkan kesehatan jantung

Ada dua kelebihan dari diet lacto-vegetarian yang berhubungan dengan kesehatan dari jantung. Pertama membuat tekanan darah jadi lebih stabil. Selama ini tekanan darah seseorang bisa mengalami peningkatan lantaran mereka terlalu banyak mengonsumsi protein hewani seperti daging merah yang banyak lemaknya.

Kedua, dengan melakukan diet lacto-vegetarian, seseorang bisa dengan mudah menurunkan kadar kolesterol jahat di dalam tubuh. … Lanjutkan membaca

10 Cara Merawat Jenggot agar Tetap Rapi dan Sehat

10 Cara Merawat Jenggot agar Tetap Rapi dan Sehat – Bagi sebagian pria, menumbuhkan jenggot adalah sesuatu yang penting karena bisa meningkatkan rasa percaya diri. Namun, banyak dari pria yang tidak memahami bagaimana menjaga kondisi jenggot dengan baik. Berikut ini adalah cara merawat jenggot yang bisa Anda coba.

Cara Merawat Jenggot dengan Mudah

Sebelum menjelaskan mengenai cara merawat jenggot, perlu diketahui bahwa jenggot yang sehat tidak akan membuat kulit sekitarnya kering, teriritasi dan menimbulkan rasa gatal.

Jika Anda memiliki kulit wajah yang lembap dan tidak mudah teriritasi, hal itu akan membuat tumbuhnya jenggot menjadi lebih baik. Selain itu, bagaimana cara merawat kumis dan jenggot juga bisa memengaruhi penampilan.

Beberapa hal penting yang harus dilakukan untuk merawat jenggot di wajah adalah fokus pada bagian tepi jenggot, kerapihan, dan penggunaan nutrisi untuk jenggot dan kulit. Berikut ini adalah cara merawat jenggot yang bisa Anda coba, di antaranya:

1. Cukur jenggot menyerupai huruf U

Cara merawat jenggot yang pertama bisa dilakukan adalah mencukurnya dengan benar. Perlu diketahui setiap pria memiliki garis jenggot yang merayap ke pipi atau di bagian bawah dagu. Sementara pada pria yang lain, jenggot banyak bertumbuh di leher.

Lantas, bagaimana cara menentukan garis tepi jenggot yang sesuai? Caranya, Anda bisa meletakkan salah satu jari di atas jakun untuk menentukan garis dasar jenggot. Cara ini berguna untuk menentukan garis dari titik lurus di leher sebelum menggunakan pisau cukur.

Selanjutnya, dari titik di atas jakun tersebut Anda bisa mulai mencukur dengan membentuk huruf ‘U’ dari belakang kedua telinga atau dibalik garis rahang.

2. Merawat jenggot sekaligus merawat kulit

Banyak pria beranggapan bahwa cara merawat jenggot hanya terkait dengan menjaga rambutnya saja. Padahal, menjaga kesehatan kulit di sekitarnya adalah sesuatu yang tidak kalah penting. Hal ini diperlukan untuk mengurangi iritasi atau infeksi.

Cara merawat jenggot di sini, terkait dengan bagaimana perawatan sebelum dan … Lanjutkan membaca

9 Cara Memilih Sayuran yang Segar dan Sehat

9 Cara Memilih Sayuran yang Segar dan Sehat – Tubuh sehat dan bugar merupakan dambaan bagi setiap orang. Untuk memiliki tubuh sehat dan bugar, dibutuhkan usaha yang tidak mudah. Selain menerapkan pola hidup sehat, Anda juga harus pandai cara memilih sayuran yang baik, karena sayuran yang berkualitas sangat bagus untuk kesehatan tubuh Anda, lho!

Bila ingin memiliki tubuh sehat dan bugar, Anda disarankan untuk lebih banyak mengonsumsi jenis-jenis makanan yang mengandung nutrisi dan vitamin yang baik bagi kesehatan tubuh, seperti yang terkandung dalam ayuran.

Cara Memilih Sayuran yang Baik dan Segar

Memilih sayuran yang sehat dan segar sangat penting untuk dilakukan. Tenang, sekarang Anda tidak perlu khawatir, sebab berikut ini adalah beberapa tips memilih sayuran yang baik untuk Anda:

1. Perhatikan warna sayuran

Ketika Anda memilih sayuran, hal pertama yang Anda perhatikan adalah warna dari sayuran tersebut. Cara memilih sayuran yang baik adalah sayuran yang masih memiliki warna cerah atau warna aslinya. Sebab, sayuran yang sudah berubah warna menunjukkan bahwa sayuran tersebut sudah tidak segar lagi. Dan bisa jadi kandungan nutrisi dan vitaminnya sudah berkurang.

Sayuran yang berubah warna di antarannya wortel dan kentang yang memiliki warna hijau di pangkalnya, dan sayuran berdaun hijau yang mulai menguning.

2. Sayuran berdaun tidak layu

Cara mudah untuk mengetahui sayuran yang masih bagus atau tidak dilihat dari warna dan kesegarannya. Sayuran berdaun seperti bayam, kangkung, selada, sawi, yang masih bagus biasanya memiliki tekstur yang mesih keras dan warnanya yang hijau cerah dan segar. Sementara sayuran yang tidak bagus terlihat layu dan berubah warna.

Sayuran yang masih segar biasanya baru dipanen dan tidak melalui perjalanan yang lama.

3. Sayuran yang bebas pestisida

Cara memilih sayuran yang baik ternyata bukan yang mulus dan utuh, lho!

Biasanya di dalam sayuran terdapat ulat kecil yang suka memakan daun-daun sayuran, sehingga menyebabkan daun pada sayuran tidak … Lanjutkan membaca